Abstract
Latar Belakang: Penandaan obat yang meliputi nama generik, logo penggolongan obat, tanggal kadaluwarsa, dan nomor registrasi merupakan hal penting yang menunjukkan identitas obat serta dapat menjadi salah satu parameter untuk membantu menentukan apakah suatu obat masih layak pakai atau tidak. Tujuan: Pengetahuan ini dikenalkan sejak dini dengan tujuan untuk membiasakan anak – anak dapat memilih obat dengan penandaan yang jelas, dan secara tidak langsung terlibat dalam penjaminan mutu obat yang beredar di masyarakat. Selain permasalahan penandaan, anak-anak perlu juga dikenalkan pada cara penggunaan antibiotik yang benar karena dengan pemberian edukasi tentang resistensi antibiotika kepada anak-anak diharapkan dapat menanamkan bahaya penggunaan yang salah hingga mereka dewasa. Metode: Edukasi dilakukan dengan cara yang menarik, yaitu melalui media pembelajaran yang menarik secara visual, permainan, praktik langsung, dan sandiwara boneka. Pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan kepada kader Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau dokter kecil SDIT Insan Permata pada tanggal 6 September 2019 bekerjasama dengan lembaga Rumah Zakat. Pemilihan kader UKS sebagai sasaran edukasi karena diharapkan mereka dapat menyebarkan pengetahuan tersebut kepada teman-teman sebayanya. Hasil: evaluasi menunjukkan bahwa para siswa kader UKS dapat menunjukkan nama generik, penggolongan, dan tanggal kadaluwarsa obat serta menentukan apakah suatu obat masih layak digunakan atau tidak berdasarkan tanggal kadaluwarsanya. Kesimpulan: Para siswa kader UKS juga mulai mengenal cara kerja dan penggunaan antibiotik yang benar.