Abstrak
Latar Belakang : Dusun Puluhan Kidul, Trimurti, Srandakan, Bantul mempunyai potensi alam berupa banyaknya tanaman pertanian dengan jenis empon-empon dan banyaknya tanaman buah yang ditanam di pekarangan rumh warga. Adanya potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi sediaan yang bernilai ekonomis lebih tinggi daripada dijual mentah. Salah satu usaha yang sudah dilakukan oleh kelompok wanita tani di dusun Puluhan Kidul adalah pembuatan jamu instan. Untuk mendukung produk tersebut dan meningkatkan tingkat pendapatan anggota kelompok maka dibuatlah varian produk yang lain yaitu agar-agar kering jamu dan agar-agar kering sari buah. Tujuan : pengabdian masyarakat ini untuk memberikan inovasi baru pengolahan jamu dan sari buah menjadi sediaan agar-agar kering, sehingga diharapkan sediaan yang dihasilkan mempunyai nilai jual lebih tinggi dan lebih tahan lama dalam penyimpanan. Metode : kegiatan pengabdian tersebut dilakukan melalui penyuluhan tanaman obat tradisional, pelatihan pembuatan agar-agar kering jamu dan agar-agar kering sari buah, pelatihan pengemasan agar-agar kering jamu dan agar-agar kering sari buah serta pemberian hibah alat-alat produksi sediaan tersebut. Hasil : diketahui cara pembuatan agar-agar kering jamu dan agar-agar sari buah yang dapat diproduksi massal sehingga meningkatkan taraf kesejahteraan ekonomi anggota kelompok wanita tani dan warga dusun Puluhan Kidul pada umumnya. Kesimpulan : Warga Dusun Puluhan Kidul memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam pengolahan empon-empon dan buah menjadi produk agar-agar kering jamu dan agar-agar kering sari buah.Referensi
Susana Budiarti. 2015. Karakteristik Industri Tahu di Desa Trimurti Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul. Skripsi. FIS UNY. Yogyakarta
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). 2013. Database Profil Daerah Kabupaten Bantul Tahun 2013. Pemerintah Kabupaten Bantul. Yogyakarta
Ferianto. 2011. Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Pijat Bayi terhadap Perilaku Ibu Melakukan Pijat Bayi di Desa Trimurti Srandakan Bantul Yogyakarta. Skripsi. Prodi Ilmu Keperawatan STIKES Jenderal Achmad Yani. Yogyakarta
Kepmenkes Republik Indonesia. 2017. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.