Abstract
Latar belakang: Kandungan dalam getah pohon yodium (Jatropha multifida L) terdapat flavanoid, lektin dan saponin untuk mempercepat penyembuhan luka. Tujuan: Menganalisis perbedaan efek perawatan luka dengan menggunakan getah pohon yodium dibandingkan dengan povidon iodine 10% dalam mempercepat penyembuhan luka bersih pada marmut. Metode: Desain penelitian ini adalah true experiment dengan post test group only, terdiri dari 21 ekor marmut yang dibagi 3 kelompok perlakuan dengan simple random sampling. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah rata-rata kesembuhan luka pada perlakuan perawatan luka menggunakan getah pohon yodium, povidon iodine 10%, dan kontrol yang hanya dibersihkan menggunakan aquadest dengan menggunakan uji statistik one way anova. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan perawatan luka menggunakan getah pohon yodium, povidon iodine 10% dan kontrol, tetapi perawatan luka menggunakan menggunakan getah pohon yodium dibandingkan dengan povidon iodine 10%, tidak terdapat perbadaan yang signifikan antara perawatan luka menggunakan getah pohon yodium dibandingkan dengan povidon iodine 10%. Simpulan dan saran: Efek perawatan luka bersih menggunakan getah pohon yodium memiliki perbedaan  yang bermakna dibandingkan kelompok kontrol. Penelitian selanjutnya hendaknya dilakukan dengan menggunakan penilaian kesembuhan luka secara mikroskopis.Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
Â
ISSN Print:Â 2355-6498
ISSN Online:Â 2442-6555
Printed by LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiyata Kediri
