RASIONALITAS PENGGUNAAN ANALGESIK ANTIPIRETIK PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE
PDF

Keywords

analgesik-antipiretik
demam berdarah dengus
rasionalitas

Abstract

Latar belakang: Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue akut yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepty. Data dinas kesehatan menyebutkan peningkatan Case Fatality Rate (CFR) DBD tahun 2020 sebesar 0,8% dan tahun 2021 sebesar 1,1% sedangkan target nasional adalah sebesar <1%. Pada penderita DBD perlu pengobatan yang tepat untuk meminimalkan terjadinya kontraindikasi pada pasien. Pasien DBD umumnya mengalami gejala awal demam tinggi >38oC secara mendadak, nyeri kepala atau nyeri dibelakang bola mata, nyeri otot dan tulang. Pengobatan pasien DBD untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami adalah dengan pemberian analgesik antipiretik yang tepat. Tujuan: Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin meneliti gambaran penggunaan analgesik-antipiretik untuk mengetahui Tingkat rasionalitas penggunaan analgesik-antipiretik pada pasien DBD. Metode: Rasionalitas penggunaan analgesik-antipiretik yang diukur, meliputi ketepatan pasien, keterapatan obat, ketepatan indikasi, dan ketepatan dosis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional noneksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dan teknik sampling yang digunakan adalah totality sampling. Pengambilan data dilakukan berdasarkan data rekam medis pasien pada periode Bulan Januari-Agustus 2022. Sesuai dengan pedoman WHO dan Pedoman Nasional Pelayanan Kesehatan tatalaksana Dengue,pemberian obat analgesik-antipiretik yang sesuai dengan drug of choice adalah paracetamol. Simpulan: Berdasarkan data yang diperoleh diketahui sebanyak 74 pasien DBD dengan 57% pasien Perempuan dan 43 pasien laki-laki, serta 42% pasien merupakan anak-anak. Rasionalitas penggunaan analgesik-antipiretik pada pasien DBD diketahui yaitu 100% tepat pasien; 37,84 tepat obat; 100% tepat indikasi; dan 98,65% tepat dosis.
https://doi.org/10.56710/wiyata.v11i2.834
PDF

References

Aliyyu, H., 2023. Gambaran Kasus Demam Berdarah Dengue Pada Usia Anak Sekolah di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Tahun. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian, 2(10), pp.978-986.

Butarbutar, R.N., Sumampouw, O.J. and Pinontoan, O.R., 2019. Trend Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kota Manado Tahun 2009-2018. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 8(6).

Dewi, D.A.I.P., Lely, A.A.O. and Aryastuti, S.A., 2023. Gambaran Faktor Risiko Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Tabanan I. AMJ (Aesculapius Medical Journal), 3(1), pp.25-31.

Ginanjar, G., 2008. Demam berdarah. PT Mizan Publika.

Herawati, A., Febrianti, D., Santoso, D., Putra, F.B.A., Sitorus, G.G. and Tasya, R.A., 2022. Analisis Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Journal of Public Health Education, 1(4), pp.221-228.

Ilham, S.P.I., 2023. Profil Penderita Demam Berdarah Dengue di Rawat Inap Di RSUD Nene Mallomo Kabupaten Sidrap Tahun 2021 (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).

Jatim, D. (2021). Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2021. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Kemenkes,R.I. (2016). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Indonesia: Ditjen Gizi dan Kia.

Mardhatilah, S., Ambiar, R.I. and Erlyn, P., 2020. Gambaran Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Dempo Kota Palembang. MESINA (Medical Scientific Journal), 1, pp.23-32.

Meriska, N., Susanti, R. and Nurmainah, N., 2021. Evaluasi Penatalaksanaan Terapi Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Pasien Anak di Instalasi Rawat Inap RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Tahun 2019. Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN, 5(1).

Nasriah, N., 2019. Faktor yang berhubungan dengan kejadian dbd di Pulau Balang Lompo Kabupaten Pangkep. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 17(2), pp.73-81.

Ningrum, D.M. and Permana, D.A.A.S., 2023. Kajian Pengobatan Dengue Haemoragic Fever (DHF) di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram. Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 4(1), pp.1-6.

Ningsih, T.A. and Assagaff, F., 2023. Modul Penanggulangan DBD oleh Tim Jumantik SD.

Papaemmanuil, E., Gerstung, M., Malcovati, L., Tauro, S., Gundem, G., Van Loo, P., Yoon, C.J., Ellis, P., Wedge, D.C., Pellagatti, A. and Shlien, A., 2013. Clinical and biological implications of driver mutations in myelodysplastic syndromes. Blood, The Journal of the American Society of Hematology, 122(22), pp.3616-3627.

Sholihah, S.H., Retnowati, E. and Fitria, N.E.L., 2023, January. Rasionalitas Penggunaan Parasetamol Pasien Anak 1-12 Tahun Dengue Hemorrhagic Fever di Instalasi Rawat Inap RS. In Prosiding University Research Colloquium (pp. 1571-1576).

Waruwu, M., 2023. Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian Kualitatif, Metode Penelitian Kuantitatif dan Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), pp.2896-2910.

World Health Organization, 2011. Comprehensive guideline for prevention and control of dengue and dengue haemorrhagic fever.

Wirantika, W.R. and Susilowati, Y., 2020. Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Perilaku Siswa dengan Persebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Sekolah. Jurnal Health Sains, 1(6), pp.427-431.

Yudhastuti, R. and Lusno, M.F.D., 2020. Gambaran Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Pulau Bali Tahun 2012-2017. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), pp.27-34.

Authors who publish with this journal agree to the following terms:

  1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
  2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
  3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

 

ISSN Print: 2355-6498

ISSN Online: 2442-6555

Printed by LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiyata Kediri